Saya Tak Berhak Ada Dalam Himpunan Mahasiswa Islam
Cari Berita

Advertisement

Saya Tak Berhak Ada Dalam Himpunan Mahasiswa Islam

Kamis, 27 Juli 2017

Foto : Ahmad Wahib (imgrum) 
Ahmad Wahib Dalam buku yang berjudul "Pergolakan Pemikiran Islam" mengatakan bahwa dirinya pernah bermasalah ketika berada dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Beberapa kawan yang juga pada saat itu menjadi anggota HMI mengatakan bahwa Ahmad Wahib dan sahabatnya Djohan tidak berhak ada dalam HMI.

"Kata-kata Salman Karim atau Imaduddin dan kawan-kawan bahwa orang-orang seperti saya dan Djohan sebetulnya tidak berhak ada di HMI, adalah tidak begitu salah. Sebab sudah begitu lama garis yang ditempuh HMI ini terutama garis-garis yang ditempuh sejak awal 1967 sampai medio awal 1969 ini saya dan Djohan secara fundamental tak bisa menerimanya" kata Ahmad Wahib sebagaimana di kutip dalam buku pergolakan pemikiran islam pada halam 12-13.

Lebih lanjut sebagaimana dikutip bahwa Ahmad Wahib mengatakan bahwa pada periode itu dirinya bersama Djohan sedang ada dalam pihak Oposisi. Ia juga mengatakan bahwa, pada periode tersebut HMI sedang dalam pihaknya Ahmad Wahib.

"Saya dan Djohan menganggapnya sebagai langkah ketingalan zaman, reaksioner dan “primitif ”. Dalam periode itu sebetulnya kami berdua ada dalam pihak oposisi. Dan tidaklah terlalu salah bila Endang (LDMI) itu menuduh kami berdua telah mendongkel Nurcholish. Tapi rupanya Salman Karim dan Endang yang berbicara begitu pada hari akhir Kongres Malang lupa, bahwa sesungguhnya sejak hari itu HMI telah ada di garis kami" kata Ahmad Wahib.

"Bleid-bleid Pengurus Besar (PB) yang dulu ternyata telah tertolak secara implisit. Konsep-konsep Jawa Tengah gol kecuali dalam pen-cantuman Pancasila" lanjutnya. 

Ahmad Wahib juga pernah mengatakan bahwa, sebenarnya bukan dirinya dan sahabatnya Djohan yang tidak ber-hak ada dalam HMI, melainkan yang tidak ber-hak ada dalam HMI adalah Salman, Sedang, dan Imaduddin.

"Karena itu kalau mau dibalikkan, orang-orang yang berkultur seperti Salman, Endang dan Imaduddin- lah sebetulnya yang konsepsional tidak berhak hidup di HMI" katanya.

Ahmad Wahib juga pernah menceritakan bahkan berpendapat tentang Kongres HMI di Malang dan terkait konsepsional HMI yang telah moderen, kader independent, serta tidak committed pada satu golongan. Ahmad Wahib mengatakan bahwa kader HMI di bidang konsepsi pembaharuan menang, namun di bidang pelaksana konsepsi kalah.

"Dari Kongres Malang, konsepsional HMI telah menjadi organisasi moderen, kader, independent, tidak committed pada suatu golongan. Jadi di bidang konsepsional kaum pembaharu-an menang. Tapi di bidang personel, sebagai pelaksana konsep-si, kaum pembaharuan kalah" kata Ahmad Wahib.

"Namun demikian, kaum pembaharuan dalam HMI, saya dan Djohan bersama kawan-kawan lain, telah memperoleh le-galitas dari Kongres untuk melanjutkan perjuangan di bidang ide" lanjut Ahmad Wahib.

Tulisan ini saya kutip dalam buku "Pergolakan Pemikiran Islam", dari berbagai macam pembahasan yang ada di dalam buku tersebut, saya tertarik pada pembahasan mengenai sejarah Ahmad Wahib ketika berdinamika di dalam HMI.

Penulis : Furkan