(Puisi) Temaram Suntuk
Cari Berita

Advertisement

(Puisi) Temaram Suntuk

Senin, 31 Juli 2017

Foto : Penulis
Ku sapu habis beberapa buncahan rindu. Nampaknya masih enggan berlalu.
Pada hentinya awan biru kala mendung di dekatku.

Ku tutup mataku, termangu bertanya pada perihnya pecahan lalu. Tertujunya rasaku padamu yang enggan jua bertamu pada waktu.

Aku duduk bersama temaram suntuk membunuh waktu. Lukiskan sajak-sajak pengantar tidurmu.

Dari kian jauh ku namai dekat yang tak tersentuh. Temaram yang suntuk, ku lalui hampa tanpa peluk.

Karena dia pemilik mata sayu yang hadirkan sendu. Pemilik senyum yang hadirkan rasa candu.

Tentang caraku menatap waktu yang penuh dengan kamu. Tak sekalipun aku lupa dengan caramu berlagu.

Jangan tanyakan padaku perihal cinta, jika sajakku saja selalu berbicara. Bahwa kamu adalah lebih dari cinta dan bahagia.

Penulis : Fathin Najla