(Puisi) Hitam Putih Negeriku Indonesia
Cari Berita

Advertisement

(Puisi) Hitam Putih Negeriku Indonesia

Sabtu, 15 Juli 2017

Foto : Miftahul Jannah
"Kesaksian Sejarah"

Riuh.. terdengar dentuman senjata Berbondong-bondong memusuhi pemiliki negeri itu Wajah asing yang mendominasi, Dengan arogansi akan kekuasaan yang dimiliki

Terenyuh mendengar kisah sejarah itu.., Kilat runcingan terlihat.. Bambu yang menjadi senjata andalan, Sang pemilik negeri tak gentar

Menggengam tanah air yang satu.. Berjuang untuk kehormatan bangsa.. Berjuang untuk kata “MERDEKA” AGUSTUS 1945, TERIAKAN MERDEKA RIUH Bangga dan haru mendengar kisah juang itu

Indonesiaku berdaulat Pejuangku mati dalam bingkaian kehormatan Gugur.. Menjadi Syahid.. Merekalah pahlawan Negaraku

“Setengah Jalan-Mempertahankan Kemerdekaan”

Genjatan senjata dan runcingan bambu Menjadi sejarah yang tak terlupa

Nafas perjuangan yang masih membara, Pergantian pemimpin terur terjadi., Perbaikan sistem ketatanegaraan mulai menjamur.

Teori-teori kiri mulai teranut.. Desakkan globalisasi mulai tercium.., Perpolitikan menjadi kendaraan menarik.. Kekuasaan menjadi kursi empuk.., Bersporalah wajah-wajah rakus.. Menjalar tak henti.. Perlahan berjalan mulai melupakan sejarah.

Ketertindasan kembali mekar.. Zaman rezim orde lama dan orde baru, Menjadi panggung pergulatan politik yang memikat.. Aroma arogansi kekusaan wajah asing kembali tampak.. Elusan tangan penguasa kembali terasa.. Perlahan terasa gengaman semakin erat.., Indonesiaku kembali terancam

“Kembali Terjajah”

Ibarat negeriku menjadi sebuah pohon.. Kapitalis dan globalisasi menjadi radix yang kuat Sentuhan tangan penguasa berubah menjadi gengaman Ancaman atas penjajahan Menjadi realita yang tak terelakkan.

Buta mata akan kebenaran Tuli telinga akan kesaksian Bisu mulut akan keadilan.. Kami menjadi bungkam dinegeri sendiri..

Pejuangan pahlawan murni terlupakan.. Negaraku terjajah lagi.. Meski bukan dengan senjata dengan dentuman kuat, Jajahan ini jauh lebih mengerikan dari senjata-senjata atom itu

Moral terenggut.., Kesadaran kami terambil.. System kami, terkecopah dengan sendiri.. Pergulatan politik yang empuk.. Tergigitlah kami dengan sangat mantap.. Kami terjajah lagi.. Terjaja secara sistem…

Rakyat.. Menjadi budak dinegeri sendiri.. Kemerdekaanku, hanyalah tinggal tulisan tanpa makna.. Pejuangku,, hilang tergilas virus globalisasi.. Mati kami pada penjara bebas ini.


Penulis : Miftahul Jannah Pekerjaan (Mahasiswi Pendidikan Biologi UMM Asal Dara Kota Bima)