Partai Amanat Nasional Dalam Khilaf, Rudi Mbojo Kader Potensial
Cari Berita

Advertisement

Partai Amanat Nasional Dalam Khilaf, Rudi Mbojo Kader Potensial

Senin, 10 Juli 2017

Foto : Penulis
Dinamika Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Semakin Memanas dan Dinamis. Pasca Idul Fitri, tokoh-tokoh baru bermunculan dan menariknya, ini menandakan bahwa seolah-olah Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Sudah terhenti hanya pada 4 Nama saja. Kenapa demikian.? Tentu jawabannya sangat sederhana, para tokoh yang bermunculan bukan meniatkan diriNya sebagai BaCaGub melainkan mendeglarasikan diri sebagai BaCaWaGub.! Hiruk pikukNya bisa kita rasakan langsung, Mori Hanafi, Nurdin Ranggabrani, H. Amin, Qurais Abidin, Aris Muhammad, 5 nama tersebut santer mengkampayekan diri sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur NTB 2018.

Yang menarik baru-baru ini, selain dari 5 nama tersebut di atas, muncul nama Baru yang di rumorkan (hanya karena ngopi bareng) akan berpasangan dengan Suhaili yaitu Anak Mantan Gubernur NTB "Tiar Rahman Harun Al Rasyid". Wajar saja Rumor beredar sebab selama ini hanyalah Ahyar Abduh yang santer terdengar kabarnya oleh karena 5 orang yang saya sebut di atas semua menginginkan berpasangan dengan Ahyar Abduh. Lalu, selanjutnya kemunculan nama H. M. Syafrudin, ST.,MM atau yang biasa di sapa Rudi Mbojo juga cukup menggetarkan arah koalisi atau peta Politik Pemilukada NTB.

Anggota DPR RI Dapil NTB dari Fraksi PAN ini cukuplah fenomenal dengan Rajinnya Menyapa Konstituen dengan BALIHO UCAPAN SELAMAT AKAN HARI-HARI BESAR MAUPUN LAINNYA (Bisa Debatable, Pro-Kontra bagi POLITISI adalah hal yang wajar dan atau itu bisa jadi bagian dari Strategi Kampanyekan diri).

Jika kita melihat Rudi Mbojo hanya dari sudut pandang baliho, maka Rudi Mbojo adalah biasa (lagi-lagi kalau kita tidak memahami stratak dan ideologi politik kulturalnya).

Tapi, ketika tolak ukurNya adalah Modal Politik (Baca: Kemunculan Rudi Mbojo) maka Rudi Mbojo bisa menjadi ancaman bagi BaCaWaGub lainnya yang sedang getol-getol meloby para BaCaGub bahkan sudah mengatakan ke TIM-TIM nya tentang kepastian berpasangan.

Kadang disini kita merasa lucu.! Orang boleh sinis melihat BALIHO Rudi Mbojo menghiasi NTB, tapi bukankah memasang BALIHO adalah bagian dari kerjaan para Politisi (yang bukan politisi aja ucapin selamat lewat medsos kok) sebagaimana sekarang ini, saat mendekati PilGub para BAKAL CALON berlomba-lomba memasang BALIHO dengan target menaikkan tingkat keterkenalannya (artinya di sini RUDI MBOJO curi star. Kesan pencitraan hilang. Karena muncul bukan dengan tiba-tiba lewat BALIHO seperti yang lainnya).

Selain BALIHO, sesungguhnya Rudi Mbojo juga hadir menyapa langsung masyarakat NTB di pelosok-pelosok (dari 1.550 desa, 892 desa telah Rudi Mbojo datangi. Implikasinya Rudi Mbojo mendapatkan 62.899 Suara), yang belum tentu politisi (Anggota DPR RI DAPIL NTB) lainnya lakukan. Maka tak heran dan wajar Rudi Mbojo menguasai 3 bahasa utama suku asli NTB yaitu Samawa, Sasak, dan Mbojo. Kata Ahyar Abduh "NTB UNTUK SEMUA" dan Rudi Mbojo menguasai semua Bahasa Suku NTB..!! Menarik bukan..??? Rudi Mbojo benar-benar menerapkan Politik kultural..!! PAN (NTB) Khilaf.

Jika kita bicara Partai Amanat Nasional di NTB, maka kita akan langsung tersadarkan sebagai salah satu Partai besar, khususnya di Pulau Sumbawa. Lagi-lagi Wajar, Para BACAGUB dan BACAWAGUB berlomba-lomba mendaftar di PAN NTB agar mendapat Rekomendasi.

Di saat partai-partai lain mengusung kaderNya sebagai Bacagub maupun Bacawagub, PAN NTB malah membuka pendaftaran untuk kader partai lain. Di sinilah letak Khilaf dari PAN NTB.

SeharusNya PAN NTB menyadari potensi KADER sendiri lalu mengusungNya sebagai CAGUB atau sebagai BACAWAGUB NTB. Bahkan POTENSI KADER PAN, melampaui Potensi para kader PARTAI lain yang mendaftar di PAN.

Akankah PAN Berpikir Ulang untuk tidak merekomendasi KADER PARTAI LAIN dengan kata lain akan Merekomendasikan kader sendiri??? Siapa sesungguhnya Kader potensial PAN..??? Sebagaimana di jelaskan di Awal, Rudi Mbojo adalah kader potensial dan memenuhi kualifikasi politik di Bursa PEMILUKADA NTB 2018.

Rudi Mbojo telah 2 Periode di percaya oleh Masyarakat NTB sebagai wakil Rakyat di DPR RI. Selain itu, Rudi Mbojo juga adalah pengurus DPP PAN dan di kenal relatif dekat sekaligus merupakan Loyalis Ketua Umum PAN. Bukan sesuatu yang mustahil Rudi Mbojo mendapat Rekomendasi DPP PAN jika DPW PAN NTB mengusulkan namaNya sebagai BACAWAGUB NTB berdampingan dengan Ahyar Abduh! Kenapa BACAWAGUB.? Karena itu alasan yang sangat Cukup Realistis, mengingat Rudi Mbojo berasal dari pulau Sumbawa.! Kenapa dengan Ahyar Abduh.? Alasannya pun sangat realistis, melihat arah koalisi nasional bahwa PAN selalu dengan GERINDRA dan Ahyar Abduh sudah pasti mendapat Rekomendasi GERINDRA. SaatNya PAN NTB berbenah. Mulai berpikir Ulang bahwa mengusung kader sendiri juga adalah bagian dari memanaskan dan menghidupkan mesin politik partai.!! Sebagai Partai besar di NTB, kenapa PAN selalu ingin di belakang orang (sebagai pengusung saja).?

PAN sudah saatNya muncul sebagai PARTAI Pengusung Utama dengan Mengusung Kader Sendiri di PEMILUKADA NTB 2018. Dan dialah Rudi Mbojo, KADER "PARTAI AMANAT NASIONAL" yang Layak, Pantas dan Potensial.

Penulis : Muhammad Isnaini (Pengurus DPD KNPI NTB).