Pahamilah Cinta, Cinta Tidak Pernah Se-bercanda Itu
Cari Berita

Advertisement

Pahamilah Cinta, Cinta Tidak Pernah Se-bercanda Itu

Minggu, 09 Juli 2017

Foto : Penulis
Berbicara tentang cinta, tentu akan membuat setiap orang bersemangat. Karena berbicara tentang Cinta, maka kita akan berbicara tentang kisah makhluk Tuhan yang sedang memberikan kasih sayang terhadap makhluk yang dikasihi.

Sebut saja makhluk Tuhan itu Manusia, lebih khusus anak remaja yang mulai beranjak dewasa.

Pada mulanya alih-alih mereka saling memberikan cinta antara satu dengan yang lain. saking cintanya, sang pecinta pun rela memberikan keinginan orang yang dicintainya karena takut orang tersebut kecewa, marah atau mungkin takut ditinggal pergi oleh orang yang dicintainya. Ketahuilah kawan, Cinta tak sebercanda itu.
Sebenarnya pada hari ini bukanlah cinta yang dicari tetapi, pemahaman tentang cinta yang sebenarnya. Orang sering berkata ”mencintai dan dicintai itu adalah pilihan” hal itu saya benarkan, sekali lagi saya bebarkan. Mencintai dan dicintai adalah pilihan, namun siapakah sebenarnya yang mencintai? Siapa pula yang harus dicintai? Apakah cinta yang dimaksud adalah cinta yang nantinya akan berjalan mengisahkan cerita dua insan dalam ranting sebagai pengikat? Yah, kita pasti tau jawabannya, kalaupun tidak tau, mari kita cari tau bersama.

Ketika jatuh cinta, kita akan sangat rela memeluk sang Kasih, walaupun kita tahu, bahwa dibalik sayapnya ada pedang yang mengiris kulit, bahkan seorang raja pun bisa menjadi budak ketika jatuh cinta. Namun tahukah kita, pahamkah kita, bahwa sebenarnya Cinta itu adalah cinta itu sendiri.

Cinta tidak mungkin menjadi sakit, bahagia, kecewa, senang dan seterusnya yang kebanyakan orang memberikan batasan tentang cinta semua itu adalah efek dari pada cinta. bahkan cinta bisa menjadi makanan setiap hari. Saking asyiknya menjalin sebuah hubungan, lapar pun tidak dirasakan.

Cinta sejati adalah cinta yang dibangun atas dasar etika, estetika dan logika sehingga ketika menjalin hubungan tidak melanggar batas-batas kemanusiaan, hukum-hukum dalam agama walaupun pada hari ini penulis tidak menafikkan pernah jatuh cinta.

Jatuh cinta boleh-boleh saja tetapi jangan sampai jatuhnya salah atau tidak tepat pada cinta yang diinginkan karena cinta hanya untuk cinta.

Banyak kisah cinta yang mencederai hakikat cinta, salah satu kisah cinta itu adalah kisah cinta Romeo dan Juliet. Ini merupakan kisah cinta yang tidak baik bagi remaja dan bahkan tidak memberikan amanat/ pesan yang membangun. Kisah ini hanya menitikberatkan pada nilai estetika tidak pada etika dan logika. Bagaimana mungkin karena pasangannya mati dia juga harus ikut mati dengan alasan dia sangat mencintai pasangannya.

Simpelnya logika apa yang dipakai kok harus iku mati gitu lohh. Apakah pembaca mau seperti itu? Tentunya tidak. Hampir sama atau mirip-mirip lah sedikit seperti cinta yang dijalani anak remaja sekarang, saking cinta pada pasangannya dia pun rela memenuhi keinginan orang yang dicintainya walaupun itu melanggar nilai etika dan menyampingkan kaidah-kaidah logika berpikirnya demi mendapatkan nilai estetik saja.

Jadi mari kita melabuhkan cinta pada darmaga yang tepat dan kuat tentunya mampu menjaga segala sesuatu yang akan merugikan. Penempatan cinta yang baik dan menjalankan hubungan cinta yang benar menjadi tolak ukur pemahaman tentang cinta. Pahamilah cinta sebelum kamu berani bercinta, sebab cinta, tidak pernah sebercanda itu.

Penulis : Azizu14