Advokat Muda dan Pengabdian Hukumnya Pada Masyarakat Kab. Dompu
Cari Berita

Advertisement

Advokat Muda dan Pengabdian Hukumnya Pada Masyarakat Kab. Dompu

Selasa, 25 Juli 2017

Foto : Abdullah, SH.,MH. Sedang berdiri di depan pintu Ruang sidang Pengadilan Negeri Dompu
Indikatorbima.com - Pengabdian adalah barang yang sangat mahal, keikhlasan dan ketulusan serta kesungguhan adalah modal utama untuk melakukan sebuah pengabdian. Terlebih pengabdian tersebut dilakukan untuk kampung halaman atau daerah tercinta.

WS. Rendra pernah mengatakan "apakah gunanya seseorang belajar filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran, atau apa saja, jika pada akhirnya ketika ia pulang ke daerahnya ia berkata : disini aku merasa asing dan sepi" kalimat tersebut menunjukan kepada kita semua bahwa, tiada guna kita punya banyak ilmu pengetahuan jika pada kenyataannya kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk daerah kita tercinta.

Salah satu Advokat Muda Asal Kabupaten Dompu, Abdullah, SH.,MH. Atau yang akrab Di Sapa Dul, Sepertinya sudah membulatkan tekat untuk mengabdikan diri pada kampung halamannya, kabupaten Dompu. Demi sebuah pengabdian, Dul rela memanfaatkan profesi dan ilmu pengetahuannya secara cuma-cuma hanya untuk membantu masyarakat tidak mampu yang membutuhkan jasanya sebagai Advokat. 

"Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Begitulah pengabdian hukum, setidaknya berawal dari masing-masing pribadi mengawali untuk mengawal, membantu, mendampingi setiap orang khususnya masyarakat tidak mampu dalam setiap permasalahan hukum" kata Dul yang juga ketua Advokat Muda Kabupaten Dompu kepada Indikator Bima.

Lebih Lanjut, Dul mengatakan bahwa, keterbatasan masyarakat tidak mampu selama ini adalah tidak mampu membayar biaya Advokat, oleh karna itu, ia berharap keberadaannya di kampung dapat memberikan bantuan hukum kepada mereka yang tidak mampu membayar jasa Advokat.

"Termasuk selama ini keterbatas mereka adalah untuk membayar advokat, dengan adanya saya, setidaknya mereka mendapatkan jasa bantuan hukum dari advokat seperti orang-orang mampu lainnya" beber, Mantan Mensospolhukam BEM UMM periode 2012-2013 tersebut yang juga seorang ketua Yayasan Tambora Bangkit (Yarki) Dompu, melalui Yayasannya ia berjuang bersama kawan-kawannya untuk membantu permasalahan hukum masyarakat tidak mampu.

"Selain menjadi advokat profesional, saya juga advokat sekaligus ketua yayasan Tambora Bangkit (Yarki) Dompu, yang khusus berjuang mendampingin masyarakat tidak mampu" ujarnya.

Salah satu alasan dan rasionalisasi mengapa ia harus kembali pada dearah asalnya adalah karna tanggung jawab moral dirinya sebagai pemuda. Di samping itu ia pun menyadari bahwa di daerahnya terdapat banyak sekali Sumber daya manusia yang berkualitas, namun tidak sedikit orang berkualitas tersebut, hidup dan sukses di kota-kota besar lainnya. Sementara di daerahnya sendiri di tinggalkan. Ia meyakini satu hal, bahwa orang-orang berkualitas harus hidup dan kembali pada daerahnya masing-masing.

"Karna saya yakin, kalau sumber daya manusia yang berkualitas hanya ada di kota-kota besar, maka hancurlah daerah kita masing-masing. Tanggung jawab moral memanggil saya untuk kembali ke kampung, dengan harapan dapat membantu setiap orang yang bermasalah dengan hukum" Terang Dul, yang juga pernah menjadi Ketua ikatan Pelajar Mahasiswa Malang (IKPMD) Malang Dompu periode 2011-2014.

Salah satu motivasi Dul ketika pulang kampung adalah agar dirinya dapat memberikan bantuan hukum kepada seluruh masyarakat Kabupaten Dompu, khusunya masyarakat tidak mampu agar mendapatkan keadilan hukum sebagaimana orang mampu lainnya. 

"Bagaimana semua orang termasuk orang tidak mampu menerima dan mengakses keadilan seperti orang-orang mampu lainya". tutur Dul, yang juga alumni Himpunan Mhasiswa Islam Cabang Malang Komisariat Hukum Universitas Muhammadiyah Malang. Ia pernah menjabat sebagai ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan Dan Kepemudaan (PTKP) HMI Komisariat Hukum Periode 2010-2011.

Sementara itu, ketika di singgung mengenai kesibukannya saat ini, Dul mengatakan bahwa, Dirinya sedang menangani kasus hukum yang di alami oleh masyarakat di kecamatan Hu'u. Ia sedang mendampingi masyarakat untuk menggugat salah satu perusahaan besar yaitu PT. Rangga Eka Pratama, Salah satu perusahaan yang sedang melakukan upaya penambangan Batu dan pasir di wilayah kecamatan Hu'u. 

"Saat ini saya sedang mendampingi masyarakat hu'u dalam gugatan perwakilan (class action) menghadapi salah satu perusahaan di dompu yang dimiliki oleh salah satu orang terkaya di NTB" ujar salah satu Anggota Permahi Malang periode 2011 ini.

Lebih Lanjut Dul menjelaskan bahwa, selain kasus tersebut di atas. Dul juga tengah menangani banyak kasus seperti sengketa pembebasan lahan antara masyarakat dan pemerintah, dan lain-lain. 

"Sejauh ini ada banyak kasus yang telah saya dampingi, mulai permasalahan sengketa pembebasan lahan antara masyarakat dengan pemda sampai masyarakat yang tidak mampu yg mengalami permasalahan lainya seperti narkoba, senjata tajam, perkelahian dan lain-lain" jelasnya.
Foto : Abdullah, SH.,MH. Sedang berdiri berdiskusi dengan Hakim
Abdullah, SH.,MH. menyelesaikan sekolah dasar di SDN Fanda Hu'u. Pada tahun 1998-2002, sekolah menengah pertama di SMP Daerah Hu'u pada tahun 2002-2005, sekolah Untuk sekolah menengah atas di SMA N 1 Hu'u pada tahun 2005-2008. Sementara untuk Gelar Sajarjanya ia selesaikan di Universitas Muhammadiyah Malang pada tahu 2008-2012 (S1), dan pada tahun 2012-2014 ia mendapatkan Gelar (S2).

Pewarta : Furkan