Mahasiswa Bima Pulkam? Ide dan Gagasan Untuk Bima-nya Mana?
Cari Berita

Advertisement

Mahasiswa Bima Pulkam? Ide dan Gagasan Untuk Bima-nya Mana?

Sabtu, 24 Juni 2017

Foto : Salahudin (penulis) 
Hampir setiap tahun mahasiswa bima pulang ke kampung halamannya masing-masing. namun dari sekian banyak mahasiswa yang pulang kampung tersebut ternyata masih minim ide dan gagasan. Padahal pulang kampung adalah kesempatan untuk menunjukan eksistensinya bahwa mahasiswa bima bisa membawa perubahan untuk daerah bima.

Agen Of Change atau agen perubahan itulah yang menjadi semangat dan identitas mahasiswa. Tatkala waktunya pulang kampung telah tiba, seluruh mahasiswa bima yang merantau mencari ilmu di luar daerah Bima mulai berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya. Mereka pulang, kepulangan mahasiswa bima sangatlah di tunggu-tunggu oleh masyarakat dengan harapan bahwa mahasiswa Bima pulang membawa ide dan gagasan perubahan.

Pulangnya mahasiswa Bima bukan hanya untuk temu kangen dengan keluarga, teman, dan kampung halaman saja, Tetapi kata pulang bagi mahasiswa harus lebih dari itu yakni pulang dengan membawa perubahan untuk daerah yang masih mandek dan jauh dari kata kemajuan.

Mahasiswa Bima harus pulang membawa Ide dan gagasan perubahan. sebab, Mahasiswa bima punya tanggung jawab moril secara keilmuan terhadap daerah bima. Semangat tri dharma perguruan tinggi di antaranya pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus mampu untuk di implementasikan di tengah-tengah masyarakat berdasarkan ilmu yang di peroleh di perguruan tinggi.

Mahasiswa tidak harus selalu hadir sebagai pengkritik kebijakan pemerintah, namun lebih dari itu, yaitu hadir ditengah kehidupan masyarakat bima untuk menawarkan solusi dan memberikan terobosan baru terhadap permasalahan yang sedang di hadapi oleh masyarakat bima. Potensi yang ada di daerah harus dikelola dan dikembangkan sedemikian rupa dengan gagasan yang dimiliki oleh mahasiswa. Jangan sampai status mahasiswa yang di sandang hanyalah formalitas. Eksistensinya sebagai mahasiswa harus mampu membawa perubahan untuk daerahnya.

Kemajuan daerah kedepannya tidak hanya ada pada tangan para pemegang kekuasaan, akan tetapi juga ada di tangan bahkan di pundak mahasiswa. Daerah Bima tidak butuh retorika yang terhenti pada ruang-ruang diskusi, seminar dan lokakarya tetapi daerah butuh kontribusi nyata, daerah butuh mahasiswa yang pandai melaksanakan kata-kata.

Selama masyarakat di daerah Bima masih mengeluh kesusahan maka mahasiswa mampu menjawab keluhannya. Semangat perubahan harus selalu tertanam dalam setiap jiwa mahasiswa Bima. Mahasiswa Bima harusnya tidak boleh pulang tanpa ide dan gagasan perubahan.

Penulis : Salahudin