Inilah 8 Alasan Mengapa Masyarakat Bima Merantau, Akankah Mereka Kembali?
Cari Berita

Advertisement

Inilah 8 Alasan Mengapa Masyarakat Bima Merantau, Akankah Mereka Kembali?

Kamis, 22 Juni 2017

Foto : Istimewa
Indikatorbima.com - Merantau adalah perginya seseorang atau sekelompok orang dari tanah kelahiran tempat ia tumbuh dan berkembang ke wilayah lain untuk menjalani kehidupan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang sehingga ia merantau ke wilayah lain, di antaranya ingin mencari pengalaman, mencari pekerjaan, mencari istri, atau pergi menuntut ilmu. Seperti halnya para perantau asal Bima ini, mereka punya alasan tersendiri mengapa mereka memilih merantau dari tanah Bima ke wilayah lain.

Berikut inilah 8 alasan mengapa para perantau asal Bima memilih merantau ke wilayah lain :

1. Menuntut Ilmu (Malang).

 Amar, Mahasiswa keguruan jurusan ppkn universitas muhammadiyah Malang mengungkapkan bahwa ia pergi merantau dari Bima menuju kota Malang hanya untuk menuntut ilmu.

"Saya kuliah di Malang, hanya untuk menuntut ilmu, selebihnya mencari pengalaman baru" ujarnya.

2. Kondisi Bima Miskin Peluang (Palangkaraya).

"Bima tidak mendukung impian hidup saya, Di bima susah sekali untuk mengembangkan potensi yang saya miliki, dan Bima tidak memiliki peluang untuk memberikan kesempatan yang lebih beragam" tukas mahasiswa yang juga seorang wartawan tersebut.

3. Kondisi Pendidikan di Bima (Malang).

Menurut Rizki, Mahasiswa Teknik Mesin universitas islam Malang, mengatakan bahwa dirinya merantau ke kota malang karna kualitas pendidikan di bima tidak memadai.

"Keluarnya saya dari kota bima tercinta Kurangnya universitas atau fakultas yang dapat memberikan Dan menyediakan kami jurusan yang berkualitas Atau pemahaman baru" ungkanya.

4. Melatih Ketangguhan Diri di Ibu Kota (Jakarta).

"Saya merantau ke Jakarta untuk menuntut ilmu, dan menambah pengalaman di ibu kota Jakarta, karena pengalaman banyak saya dapatkan di sini serta pembelajaran hidup, bagaimana bisa menjadi perempuan yang tangguh dengan segala hirup pikuk kehidupan di Jakarta" ujar Mala mahasiswa asal wera tersebut.

5. Bima Minim Penghargaan Dan Pelayanan Untuk Pekerja.

"Bila di kampung mungkin saya bisa mendapatkan gaji per 3 bulan kerja yang nominalnya saja minim. Tapi di RS besar di sini saja mendapatkan gaji yang lumayan besar. Bisa di katakan gaji pokok seperti PNS dikampung saya. Dan sekarang saya bekerja disini untuk mencari rezeki dan tentunya pengalaman" papar Nilla, perawat asal bima wera yang bekerja di RS. permata Ibu Tangerang tersebut.

6. Kondisi Lingkungan Masyarakat Bima (Makassar).

"Di Makassar sekalipun keras tapi lingkungannya sangat mendidik, hampir setiap waktu kami berdiskusi, Masyarakat sangat mendudung pembangunan pendidikan. Sementara di bima bisa kita lihat sendiri lingkunganya" ujar Syaiful mahasiswa yang merantau ke Makassar tersebut.

7. Kondisi Perekonomian dan Minimnya Lapangan Pekerjaan di Bima (Kalimantan).

Kondisi perekonomian keluarga mengharuskan ruslan merantau ke Kalimantan bekerja sebagai buruh kelapa sawit. Menurutnya di bima minim lapangan pekerjaan.

"Saya ke Kalimantan bekerja sebagai buruh kelapa sawit, gajinya lumayan untuk menghidupi kelurga" ungkapnya.

"Di bima saya mau kerja apa, nggak ada pekerjaan selain jadi petani dan nelayan, itupun harga pas pane tak seberapa" tambahnya.

8. Guru Seperti Buruh, di mutasi karna politik.

Seorang Guru 1 Asal bima Wera ini lebih memilih mengajar di Papua ketimbang di bima. Disana ia dihargai sesuai dengan profesinya sebagai seorang guru. Tidak pernah di mutasi karna kepentingan politik.

"Saya mengajar dipapua, meskipun honorer tapi Gajinya setara dengan profesi saya, saya tidak pernah dimutasi. Sementara di bima sebaliknya, gajinya sedikit, sering di mutasi juga" ujar AS kepada indikator bima melalui chat whatsApp.

Itulah 8 alasan para perantau asal Bima mengapa mereka lebih memilih merantau ke wilayah lain ketimbang tetap tinggal menjalani kehidupannya di Bima. Pertanyaannya adalah, apakah mereka akan kembali ke pangkuan tanah kelahirannya Bima, ataukah tetap tinggal bersama kehidupan barunya? Sekejam itukah Bima untuk mereka? Atau mereka yang kejam kepada bima?